Beberapa bulan terakhir, ada satu nama yang makin sering disebut tamu kami begitu masuk mobil di bandara: “Pak, bisa antar ke Tumbao?” Awalnya kami pikir cuma tren sesaat. Ternyata tidak. Tumbao Beach Club di Pantai Tanjung Aan sekarang jadi salah satu titik turun paling ramai di Lombok Selatan, dan hampir setiap minggu driver kami bolak-balik ke sana. Jadi artikel ini kami tulis dari kacamata orang yang memang rutin mengantar tamu ke sana — bukan sekadar menyalin brosur.

Apa itu Tumbao Beach Club?

Tumbao adalah beach club sekaligus restoran tepi pantai yang berdiri langsung di atas pasir putih Tanjung Aan, sekitar 15 menit dari pusat Kuta Mandalika. Konsepnya santai tapi rapi: dapur dengan tungku kayu bakar (pizza dan menu bakarnya jadi andalan), bar cocktail, daybed berpayung di pasir, dan DJ yang mulai memutar musik menjelang sore. Sebagian besar tamunya wisatawan mancanegara, tapi belakangan tamu domestik juga makin banyak — terutama yang datang untuk foto dan menunggu matahari terbenam. Menu dan info lengkapnya bisa dicek di situs resmi mereka, tumbaolombok.com.

Bar beratap alang-alang Tumbao Beach Club di Pantai Tanjung Aan Lombok
Foto: Tumbao Beach Club

Satu hal yang sering ditanyakan tamu kami: masuk Tumbao tidak bayar tiket. Tidak ada minimum order juga saat artikel ini kami tulis. Anda hanya membayar makanan dan minuman yang dipesan. Parkir mobil di lokasi pun gratis — ini penting, karena di beberapa pantai lain di Lombok Selatan biaya parkir suka jadi kejutan kecil.

Lokasi Tumbao dan cara ke sana

Alamat lengkapnya di Jalan Tanjung Aan, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah — persis di teluk Tanjung Aan yang terkenal dengan pasir merica itu. Patokan paling gampang: dari Pantai Kuta Mandalika, ikuti jalan pesisir ke arah timur melewati Pantai Seger, nanti ada penunjuk arah ke Tanjung Aan.

Teluk Tanjung Aan Kuta Lombok dari udara, lokasi Tumbao Beach Club
Foto: Tumbao Beach Club

Dari Bandara Internasional Lombok (LOP)

Jaraknya sekitar 23 km, ditempuh 25–35 menit lewat Bypass BIL–Mandalika. Jalannya mulus dan lebar. Banyak tamu kami yang baru mendarat siang langsung minta diantar ke Tumbao dulu untuk makan siang, baru check-in hotel di Kuta sorenya. Urutan ini enak karena searah.

Dari Mataram atau Senggigi

Dari Kota Mataram sekitar 1,5 jam, dari Senggigi tambah 30–40 menit lagi. Rutenya lewat bypass yang sama, jadi nyaman. Kalau berangkat dari Mataram, sebaiknya jalan sebelum jam 3 sore supaya masih kebagian golden hour di pantai — sunset di Tanjung Aan itu sayang sekali kalau dilewatkan.

Jam buka, reservasi, dan kisaran harga

  • Jam buka: setiap hari pukul 10.00–19.00 WITA. Tutupnya tidak larut, karena memang konsepnya siang sampai sunset, bukan klub malam.
  • Tiket masuk: gratis, bayar hanya yang dipesan.
  • Reservasi: untuk hari biasa, datang langsung aman. Tapi kalau Anda mengejar spot daybed saat sunset, akhir pekan, atau datang rombongan, sebaiknya reservasi dulu lewat WhatsApp resmi mereka atau langsung dari situs tumbaolombok.com.
  • Harga: standar beach club — lebih tinggi dari warung lokal, tapi masih wajar untuk kelasnya. Porsi makanannya layak, dan Anda membayar juga untuk lokasi persis di bibir pantai.
Menikmati sundowner cocktail di tepi pantai Tumbao Beach Club Lombok
Foto: Tumbao Beach Club

Kapan waktu terbaik datang?

Kalau tujuan utamanya berenang, datang siang saat air pasang — teluk Tanjung Aan terlindung, ombaknya tenang, aman untuk anak-anak. Kalau tujuannya suasana, datanglah jam 4 sore. Cahaya mulai jatuh miring, musik mulai naik, dan matahari terbenam persis di depan Anda. Banyak tamu kami menyebut Tumbao sebagai sunset spot paling indah di Kuta Lombok — dan setelah puluhan kali mengantar ke sana, kami sulit membantahnya. Musim kering Mei–Oktober hampir selalu memberi sunset bersih. Musim hujan bukan berarti jelek, cuma lebih untung-untungan.

Sunset keemasan di Tumbao Beach Club, sunset spot paling indah di Kuta Lombok
Foto: Tumbao Beach Club

Tips dari driver kami

Ini catatan kecil dari para sopir kami yang paling sering ke sana:

  • Gabungkan dengan Bukit Merese. Bukitnya bersebelahan dengan Tanjung Aan, jalan kaki pun bisa. Naik ke Merese jam 5, turun, lalu tutup hari di Tumbao — urutan favorit tamu kami.
  • Pakaian santai saja. Baju pantai dan sandal justru pas. Bawa lapisan tipis untuk selepas magrib, angin lautnya lumayan.
  • Jangan tinggalkan barang berharga terlihat di mobil. Kalau Anda pakai driver kami, mobil ditunggu — ini salah satu alasan tamu memilih sewa mobil dengan sopir untuk rute pantai selatan.
  • Sinyal di area Tanjung Aan kadang naik-turun. Simpan tangkapan layar reservasi atau peta sebelum berangkat.
Beanbag dan daybed Tumbao Beach Club di bibir pantai Tanjung Aan
Foto: Tumbao Beach Club

Contoh rute sehari: Lombok Selatan + Tumbao

Pola yang paling sering kami jalankan: jemput di hotel jam 9, Desa Sade untuk melihat kampung adat Sasak, lanjut Pantai Kuta dan Seger, makan siang, lalu Bukit Merese menjelang sore, dan tutup dengan sunset di Tumbao. Jam 8 malam Anda sudah kembali di hotel. Rute selengkapnya pernah kami bahas di artikel jalan-jalan sehari di Lombok Selatan.

Satu catatan jujur: kami tidak ada hubungan bisnis dengan Tumbao. Kami merekomendasikannya sederhana saja — karena tamu-tamu kami pulang dari sana hampir selalu senang, dan itu jarang meleset.

Kalau Anda sudah punya tanggal, tinggal kabari kami. Biar kami susunkan rute Lombok Selatan yang pas, termasuk mampir ke Tumbao di jam yang tepat.

Mau diantar ke Tumbao atau keliling Lombok Selatan seharian?

Chat langsung tim kami di WhatsApp. Balasannya cepat, dan kami bantu atur jam berangkat supaya Anda tidak kehabisan spot sunset di Tanjung Aan.

Butuh Transportasi di Lombok?

Sewa mobil Lombok premium dengan driver berpengalaman. Bersih, wangi, aman, dan siap mengantar Anda keliling destinasi impian.

Hubungi via WhatsApp